Senin, 30 Mei 2011

HUT Shinji (my BF)

hari yang di tunggu-tunggu tentunya buat teman gw (Shinji) cuma mau ngucapin Happy Birthday yah Shinji... semoga panjang umur dan sehat selalu, semoga di hari ini kamu mndapatkan apa yang kamu ingin kan :)

- The SBEOkadabra- (created by Carollin Tumbol)

- The SBEOkadabra- (created by Carollin Tumbol)
- The SBEOkadabra-

The SBEOkadabra adalah sebuah nama persahabatan yang berawal dari rasa suka duka yang dihadapi bersama oleh teman-teman terdekat, mereka semua berjumlah 12 orang, Cha, Ghee, Yess, Nitha, Niki, Vict, Eghy, Eca, Ela, Lia, Dito, Puput.
Mereka mempunyai cirri khas tertentu. Mulai dari Cha, nah ini nih yang paling galak, tapi orangnya asik kok. cirri-cirinya agak tinggi, rambut panjang, Cha adalah orang yang cantik, pintar berbicara “cerewet”. hobinya membaca novel dan marah-marah, kalo ke sekolah pake kaos kaki panjang, Kita beralih ke Ghee couplenya Cha, Ghee cirri-cirinya pendekan dikit dari cha, dan punya rambut panjang yang lurus. Ghee cantik, dia pandai dalam berstyle, ah pokoknya feminim deh, ke sekolah pake kaos kaki panjang, jas dikunci, rambut diikat segala macem “tapi gak norak” kebiasaanya rambut diiket 1, orangnya kalo lagi bad mood susah di ajak bicara, cuek abis! Yang 1 ini punya rambut panjang yang ikal, tingginya kayak Ghee, kadang-kadang orangnya agak gilaan dikit itulah yessi, yess pun jago dalam hal photo, waw,, kalo yg begini kasih aja sama dia. Yess paling suka sama lollipop. Mau berapapun lollipop yang dikasih ke dia, dalam waktu sekejap habis ludes. Kita beralih ke Nitha, cirri-cirinya rambut panjang tingginya sama kayak ghee, yess, Niki, Vict. Nitha ke sekolah pake kaos kaki pendek, sering terlambat, cocoklah sama couplenya “Yess” kalo di kelas apalagi waktu belajar hobbi banget makan, liat tuh lacinya yang penuh dengan kue-kue, Nitha mempunyai kesamaan dengan semua anggota-anggota SbeoKadabra. Niki adalah orang yang feminim, tapi jangan terkecoh dengan kefeminimannya, orang-orang bisa terkecoh, apalagi kalau lagi marah, waduh.. siap-siap tu tutup telinga, gak bisa dibayangkan, menakutkan deh pokoknya. Vict couplenya Niki, mereka berdua tuh cockok jadi couple, dari mulai gaya marahnya, sama suka teriak-teriak, dan suka lawak. Eghy orang yang paling sering buat sensasi, mau itu di sekolah atau di luar sekolah, rambutnya agak kriting, hobbinya online “sama kayak anggota-anggota yang lainnya juga, semuanya maniak deh”, dan suka dengerin lagu di waktu jam pelajaran, kecuali pelajaran matematika, mana brani dia. Eca hobinya makan, trus dikit galak sih. Ela wah, ini dia yang paling mendertia di SbeoKadabra, sering dikerjain, anak-anak Sbeo kan usil-usil, Ela sering di panggil Granny semenjak kelas 1smp, yang rambutnya kayak nenek-nenek yang jalan waktu malam hari tuh, “nenek lampir”, paling anti sama yang namanya om-om gatel. Bisa di bacok tuh. ih seremm… nah kalo Lia, siswa yang dibangga-banggakan, orangnya pintar, gak ada yang bisa ngalahin dia, pake kacamata lagi. Dito, dan Puput kelakuannya sama, suka usilin orang, yang paling usil di SbeoKadabra yah kedua couple ini. Pokoknya ada-ada aja yang mereka usilin!
(Di Smp 1 Tomohoniara)
“temen-temen! Kemarin tuh, aku kan buka internet”
“yah emang lu selalu internetan kali..” (sahut Vict yang memotong cerita Yess),
“iihh,, dengerin dulu kenapa sih! Kemarin tuh aku kan buka internet, trus ku liat tempat liburan.
“Liburan?? Dimana yess,, di mana?” (sahut Ela yang sambil makan memotong informasi yess).
“Arrgghh!! Makanya dengerin dulu!” (jawab yess dengan nada membentak)
Kemarin tuh yah, aku kan buka internet, trus aku liat kalau ada suatu pulau tempat liburan.
“dimana? Kapan kita pergi? Berapa biayanya? Jauh gak? (lagi-lagi informasi dari yess di potong Ghee)
“kalo gini terus, mana bisa dilanjutin? Malas ah..!! sebel!! (bentak yessi)
“iaia, eh makanya semuanya diam dulu, hargai dulu dong info dari yess, gimana sih?” (sahut Nitha membela Yessi)
kapal untuk ke sana agak lumayan murah, jadi gimana? Langsung mau di booking sekarang atau?
“sekarang aja” (jawab Eca dengan laju)
“semua stuju? (Tanya yess)
“ ssttuuujjjuuu!!! (semuanya)

“apaan ini stuju-stuju! Duduk semua!! (sahut bu guru yang mengagetkan anak-anak)
Stand up please … Greeting (kata Eghy sebagai ketua kelas ketika menyambut guru) Good morning ma’am (sambung teman-teman) Good morning, Thank you sit down please, now our English lesson will start, do you have homework? (sahut Bu guru) yes ma’am (jawab anak-anak). Have you done it? Yes ma’am (sahut anak-anak lagi). Ok, sekarang Ibu akan panggil satu per satu maju ke depan untuk mempresentasikannya, mulai dari nomor urut absen pertama, Lia.
(Sementara Lia mempresentasikannya)
Nitha, hentikan makan-makan! (kata bu guru)
(dengan segera Nitha menyimpan makanannya)
Beberapa saat kemudian!
Niki, Vict, hentikan cerita kalian yang berseri itu!
Cha, Ghee, Yess, hentikan aktivitas kalian yang lain! Sekarang bukan pelajaran ITC! Jadi kita tidak menggunakan internet! (maklum maniak)
(mereka langsung diam setelah presentasi Lia selesai, sekarang adalah giliran Nitha, dengan nomor absen kedua)
Hahahahahah :D (tertawa anak-anak ketika melihat presentasi Nitha)
Astaga Nitha!! Fotonya ganti, kenapa foto Ibu jelek kayak gitu? Yah gak tau bu kenapa (jawab Nitha) pokoknya diganti (kata bu guru), siap bu (sahut Nitha lagi) sekarang giliran Cha,,, ok buu!! (jawab cha)
(Cha melangkahkan kakinya menuju ke depan, tiba-tiba)..
Teng..teng...teng…!
Yah bu!! Baru mo di presentasikan udah bel,
Yah kalo gitu nanti di lanjutin minggu depan.
Ok bu..!

(ketika jam istirahat di Markas mereka, kantin sekolah)
“Eh,ehh.. itu tuh klik booking”
“udah, tau kali nenek!!” (kata Lia menjawab pertanyaan Ela)
“ emang aku kayak nenek-nenek” (kata Ela menanyakan seperti orang ling-lung)
“yahh eemmaanngg” (semuanya)
“oh begitu yah, hiihi makasih” (kata Ela dengan tersenyum, orang-orang pun heran melihat tingkah laku Ela yang ling-lung dan mudah dibohongi)

“Siapa yang suka bakso?” (Tanya Puput sambil mengebohkan kantin sekolah)
Aku.. aku.. (orang-orang yang menjawab)
“ok,, jadi semua total berapa? (Tanya Nathan)
“24” (jawab Puput)
“mba 24 Bakso yah, 1 bakso to’ nggak usah pake sayur, ikan, dll, special untuk Nitha” (kata Dito yang sudah tau gaya makan bakso Nitha)
“tumben lu baik?” (Nitha)
“orang lagi baik, dibilangin tumben, lagi kere dibilangin pelit, gimana sih?” (jawab Dito)
“makanan tiba” kata mba yang jual di kantin”

Semuanya makan dengan puas, dan enak, menikmatin makanan gratisan

(Setelah semuanya selesai makan)

“Eh, Put, Dit, lu berdua kan yang bayar? Aku balik ke kelas duluan yah” (niki berkata sambil meninggalkan kantin)
Eh,eh tunggu dulu!! Siapa yang bilang kita bayarin? (kata Dito yang menghentikan langkah Niki)
Nah kan tadi Putra yang bilang? (sambung Nitha)
Ih, tadi kan aku Cuma Tanya siapa yang suka bakso? Nah trus semua angkat tangan! gwe kan gak bilang kalo mo di bayarin, tapi Cuma Tanya? Siapa yang suka? Benerkan? (sambung Putra)
Yoii… man!! (jawab Dito)

Hhaahh?! Gila lo berdua, anak-anak udah pada makan habis! (sambut salah satu dari anak-anak di kantin)
Itu ma D.L (kata Dito dan Puput)

(anak-anak kantin ngamuk dan marah, ada yang udah gak punya uang akhirnya ngutang di kantin, mba sri pun yang jualan di kantin bingung, takut jangan-jangan gak di bayar)

Wah, bener-bener tu ! dasar tukang usil (kata mba sri yang menggeleng-gelengkan kepalanya)

Teng… teng… teng … bunyi bel masuk istirahat berbunyi… anak-anak semua bubar dan masuk ke kelas masing-masing.

Setelah tiba di kelas, guru mata pelajaran matematika datang, dan mengatakan bahwa hari ini guru mata pelajaran bahasa jepang tidak ada, karena sensei ada urusan penting, jadi hari ini mata pelajaran bahasa Jepang dig anti dengan mata Pelajaran Matematika.
Semua anak-anak kaget! Tapi gak ada yang berani menentang, yailah.. guru mata pelajaran matematika agak killer. Jadi kalau di tantang bisa-bisa abis deh lu! Dan lebih gawatnya lagi ulangan matematika untuk lusa di majukan jadi hari ini! Wah… sungguh menyiksa !!
Ulanganpun berlangsung! Walaupun ada yang nyontek sana-sini, tapi gak ketahuan.
(bel pergantian jam berbunyi)
Sekarang adalah mata pelajaran bahasa Indonesia.
Anak-anak sekarang kita akan belajar tentang antonym, yah meskipun sudah pernah dipelajari semenjak kalian masih di Sekolah Dasar, tapi gak salah kan kalau di ulang lagi (kata Ibu guru Bahasa Indonesia).
Kalau Ibu bilang satu kata kalian harus jawab dengan lawan katanya. Ok? (kata bu guru)
“ok bu” siswa menjawab
“Kita mulai.. pandai”
“bodoh”
“Tinggi”
“rendah”
“jauh”
“dekat”
“percaya”
“menang”
“eh, salah itu”
“eh, betul ini”
“bodoh” (kata ibu guru dengan membentak)
“pandai” (jawab siswa-siswi dengan santai)
“bbbbuuukkkaaannn”
“iiaaa”
“oohh Tuhan…” (kata bu guru dengan tingkah laku yang agak stress)
“Yah hamba” (jawab anak-anak)
“dengerin nih” (ibu guru mulai jengkel)
“bicara itu” (kata anak-anak)
“dddiiiaaammm” (ibu guru membentak)
“ribut”
“itu bukan pertanyaanya bodoh” (ibu guru marah)
“ini adalah jawaban pandai”
“aduh mati aku” (jawab ibu guru dengan pasrah)
“hidup kami”
“aku rotan baru tau rasa yah” (ibu mengamuk)
“kita akar lama tak tau rasa”
“males ibu mengajar kalian” (kemarahan bu guru sampai di titik puncak)
“rajin kami belajar bu guru”
“kalian gila semua” (kepala bu guru memanas)
“kami waras sebagian”
“cukkkkuuu…cuuukkkuuuppp…” (ibu guru pusing)
“kurang-kurang”
“sssuuudddaaahh-ssuuddaahhh” (ibu guru marah dan bolak-balik di depan kelas)
“belum-belum”
“oh, melawan yah” (kesabaran bu guru habis)
“oh, mengalah tidak”
“berdiri semua”
“duduk”
“bego kalian ini”
“cerdik kami ini”
“kamu semua di tahan siang ini” (bu guru hampir gila)
“dilepaskan tengah malam itu”
“aaadduuuuhh!! Matiaku!! (kata bu guru yang hampir gila masuk di kelas itu dan langsung keluar kelas)

Yah maklum lah, di dalam kelas semua anak-anak pada usil, dan suka ngerjain orang, termasuk teman-teman ataupun guru-guru.

Tiba-tiba bel pulang sekolah berbunyi, tanpa basa-basih anak-anak langsung mengemaskan barang-barangnya dan pergi ke lapangan karena ada pengumuman.

Tiba di lapangan sekolah, anak-anak sudah pada ngumpul!
“perhatian semuanya, besok adalah hari libur, jadi pergunakanlah hari libur itu dengan baik-baik, dan hari libur berjalan selama 1 minggu” kata kepala sekolah

Yeee…..!!! asik !! liburan bisa lebih cepat lagi dan lebih lama!! Hhhuuhh… asik. Asik !! anak-anak berteriak!

“di harapkan semuanya diam dulu, dalam rangka hari libur ini, besok kita akan bertamasya” kepala sekolah berkata

Yah, akhirnya liburan the SbeoKadabra dibatalkan karena ada liburan sekolah, betapa sedihnya mereka setelah mendengar hal itu, mereka yang ingin sekali pergi ke pulau yang mereka inginkan, akan tetapi di batalkan, padahal mereka sudah bela-belain menabung, agar supaya apa yang mereka ingin beli untuk persiapan liburan mereka, dan sayang sekali dibatalkan.

“kita pergi liburan kemana pak?” teriak salah satu siswa dari lapangan yang begitu ribut
“ah,, gak usah pikirin itu, sekarang tugas kalian pikirin barang-barang yang akan di bawa, dan pastinya tempat itu enak untuk bertamasya, setiap orang akan diberikan peta” atau tidak kalian bisa masuk ke blog bapak dan lihat dari informasi yang disitu” jelas anak-anak?
“jelas pak”

Nah, sekarang kalian pulng dan bereskan barang-barang kalian.
Besok kita kumpul jam 6 dan berangkat jam 7 supaya tidak kesiangan, kata kepala sekolah.

Di perjalanan pulang sekolah!
Eh, lapar nih, dari tadi aku Cuma makan bakso, makan yuk? Makan dimana lagi? Kan tadi kepala sekolah udah bilang, kalau kita gak boleh mampir sana-sini, iakan? Emangnya lu gak denger apa? Jawab Nitha kepada Ela.
Ia, tapikan aku lapar, yuk,, yah,, ayuk !! temen, temen, makan yuk.. !!
Yah udah deh, gwe juga dah lapar kok. Jawab Yessi.
Yah udah. Sekarang kita makan di mana?
Yah biasalah di restoran tempat kita nongkrong jawab cha kepada Ghee.

Sesampainya di restoran, semua langsung duduk dan memesan.
Ela, kamu deh yang duluan, kata Eca,
Ok siiipp.. ssiipp.., jawab Ela, aku mau pesan nasi goreng seafood 1, bakso 1, nasi putih 1, mie goreng 1, trus minumnya 1 teh putih, vanilla ice cream 1, 1 es teh manis.
Pelayan yang mendengar pesanan Ela, diam sambil menelan ludah mendengar ucapan Ela, yang makan segitu banyaknya.
“gila … banyak banget lu makan, gimana badan lo gak mau besar, makan kayak kebo” sahut Lia,
“ah,, diam lo!, itu blum seberapa” jawab Ela.
“buusseett dah, gimana banyak yah, makanan lo di rumah, 1 hari bisa habis 1 karung beras kalau begini, gue aja 4 bersaudara itu nanti habisnya 1 minggu, lah ni lo 1 hari”
“ah, diam-diam, sekarang cepat pesan” kata Dito yang menjawab pertanyaan puput!


Setelah semuanya selesai memesan, dengan biasa semua pada online, kecuali Dito dan Puput, yah paling kerjaan mereka usilin orang-orang!

Tiba-tiba..
Yyyeess, aassiikk!! Gak sia-sia!! Teriakan gembira dari Vict dengan suara yang melengking dan menghebohkan restaurant.
“ppsssttt…” jangan teriak-teriak, apaan sih lo?! Kata Niki,
“kayak lo aja yang gak pernah teriak-teriak, hobbi lo kan teriak-teriak juga”
“iihh,, udah-udah, diam dong, bikin malu orang aja, gak sadar apa kita lagi di mana, mana berkelahi lagi, emangnya ada apa? Tanya Yessi.
“ini nih, sekolah kita akan bertamasya di pulau yang kita inginkan”
“beneran lo?” jawab Yessi
“yaialah, masa gue boong sih, itu di pulau yang kita rencanain untuk liburan, asik kan?”
“waahh,, enak dong” sahut Cha.
“ialah masa iadong” jawab Ghee.

Eh, gimana kalau habis makan, kita shopping.. hitung-hitung untuk kebutuhan besok lah, inikan hari terakhir kita libur dalam tahun ini, iakan? Jadi kita harus berpenampila perfect, seperfect-perfectnya, jawab Ghee yang gila shopping.
Eh, dipikiran lo tuh yah, Cuma ada shopping mulu, shopping mulu! “sahut Eghy”
Ih, gak apa-apa kali

Aarrrgghhh!! Cecak, cecak! Aahh!! Teriakan seorang gadis.
Ternyata seorang gadis itu berteriak karena di usilin sama puput dan dito, untunglah pada saat itu mereka semua sudah selesai makan, jadi gak ngomong apa-apa langsung cabut, ikutan sama puput dan dito, haha :D dasar anak-anak yang usil.

Tiba di Mall

Temen-temen bagus gak? Tanya Ghee
bagusan ini (jawab Eghy dan menunjuk baju yang dipegangya)
Ah, gak mau aku mau yang ini aja deh,
Yah, terserah! (kata Eghy)

Mereka pun telah membeli segala macam peralatan yang ingin mereka kenakan pada hari, esok. Setelah berbelanja, mereka pulang ke rumah masing-masing dan berkemas-kemas untuk hari esok!

Keesokan harinya
Ah, mana lagi tu dua anak, blum muncul-muncul dari tadi, kita kan udah mau berangkat?
Ah, kayak lo gak tau aja gimana mereka berdua, sedangkan ke sekolah aja terlambat, apa lagi ini pergi bertamasya, yah pasti juga lah. “jawab Lia, menjawab pertanyaan Dito”

Teman-teman, teriak Nitha dan Yessi sambil turun dari mobil
Maaf, kita terlambat  kata Nitha,
Gak perlu minta maaf, emang udah biasa kali, sekarang cepat naik ke Bus, dari tadi kita tinggal tunggu kalian berdua tau “jawab Cha” dan merekapun berangkat, menikmati liburan mereka.

“LEVIARMOUS-LEFRISTO” (created by Carollin Tumbol)

“LEVIARMOUS-LEFRISTO” (created by Carollin Tumbol)
“LEVIARMOUS-LEFRISTO”
Mamah!! Kok gak di bangunin sih? Jadi Rere kesiangan deh, ntar telat lagi! Teriak Rere sambil membentak Ibunya yang gak bangunin Rere!
Siapa bilang gak bangunin Rere? Tadi udah di bangunin Cuma ngorok! Jawab Mamah.
Rere tidak bisa mengelak, karena memang betul Rere hanya ngorok ketika Mamah Rere bangunin Rere. Dengan cepat Rere bergegas dan menyiapkan koper dan barang-barangnya untuk berangkat.
“Oh ia, Riri mana mah?”
“Riri udah duluan ke airport barengan Papah, cepetan deh mandi sana”
“ia, ia” jawab Rere dengan terburu-buru mengambil handuknya dan masuk ke kamar mandi”

(Selesai mandi)

ttiitt…ttiitt bunyi klakson mobil yang telah menanti Rere keluar dari rumah.
“ia,ia tunggu sebentar” jawab Rere

(tiba di mobil, Mamah Rere langsung melajukan mobil untuk mengantar Rere ke airport)
(tiba di airport mereka langsung naik pesawat yang akan berangkat ke- N – E – W Y – O – R - K)
“hati-hati yah nak, Mamah dan Papah akan merindukan kalian”
“ia, dadah Mamah Papah”

Oh ia, hampir lupa. Riri Rere adalah anak kembar dari kedua orang tua yang bernama Jolsifon dan Belle. Riri Rere sekarang berumur 17 tahun, dan mereka berangkat ke-New York untuk melanjutkan tugas mereka sebagai pelajar, di sana mereka tinggal bersama Paman Edward dan Bibi Laura)


(tibanya di New York)
Selamat datang di New York, kata Paman Edward dan Bibi Laura yang menyabut si kembar dengan wajah yang gembira dan tersenyum. Riri Rere pun juga tersenyum gembira melihat Paman dan Bibi mereka yang menyabut mereka dengan canda tawa 
“yuk, naik ke mobil! Sekarang mau jalan-jalan dulu atau langsung ke rumah” Tanya paman Edward.
“jalan-jalan dong” jawab Riri Rere
Selama di perjalanan Riri Rere terlihat sangat gembira, dan mereka menikmati perjalanan itu dengan baik, mereka telah mengunjungi beberapa tempat, dan makan, akan tetapi kebahagiaan Riri Rere belum belum lengkap tanpa kedua orang tuanya yang tidak ikut bersama Riri Rere karena banyak tugas yang harus dikerjakan oleh kedua orang tuanya di Jakarta. Yah, maklum lah, orang tua Riri Rere kan orang sibuk, Ayah Riri dan Rere adalah penguasaha terkaya di Jakarta, dan Ibu dari Riri Rere adalah direktur dari perusahaan yang terkenal se-Jakarta, jadi tidak heran kalau Riri-Rere melanjutkan kuliahnya di New-York.

Sesampainya di rumah Paman Edward dan Bibi Laura, Riri Rere mengatur barang-barangnya, dan di rumah Paman Edward dan Bibi Laura telah disiapkan kamar untuk Riri Rere tidur, karena keduanya perempuan jadi tidak masalah jika tidur satu ranjang.
Sebelum tidur seperti biasa, Riri Rere harus cuci muka, tangan, kaki, dan satu lagi, gosok gigi, setelah itu nonton sedikit dan tidur, karena kecapean jadi Riri Rere langsung tertidur lelap, Paman Edward dan Bibi Laura tidak mau membangunkannya untuk minum susu dulu, karena melihat Riri Rere yang sudah tertidur lelap.
Menikmati indahnya New York, Riri dan Rere keluar dan jalan-jalan karena belum puas melihat keindahan New York yang sangat-sangat indah dari sebelumnya, mereka melihat bulan dan bintang yang begitu indah, bunga-bunga yang di taman, ke supermarket, sewaktu Riri dan Rere pergi ke supermarket yang tersebesar di New York, mereka kehilangan jejak satu sama lain, Riri tidak tau harus bagaimana dan Rere pun tidak tau harus bagaimana.
Tiba-tiba Rere melihat sosok Riri yang menuju ke pintu keluar, akan tetapi pada saat Rere mengejar Riri, Rere kehilangan jejak dan tidak bisa melihat Riri lagi ke mana karena mata banyak orang yang ada di depan Rere. Rere tidak putus asa, akhirnya Rere keluar pintu dari supermarket dan mencari Riri walaupun hari sudah mulai gelap, Rere telah mencari Riri kemana-mana tetapi tidak ketemu, begitu juga dengan Riri yang telah mencari Rere ke mana-mana akan tetapi tidak ketemu.
Rere dan Riri sama-sama tidak ingin terpisah dari kembarannya maupun itu Rere kembaran Riri atau Riri kembaran Rere. Rere pun tersesat begitu jauh dari rumah Paman Edward dan Bibi Laura, sedangkan Riri sudah agak lumayan dekat dengan rumah paman dan bibi mereka berdua.
Setelah lama mencari, Rere capek, dan kebetulan Rere melihat taman yang indah walaupun tidak terlihat jelas pada waktu malam hari, akhirnya Rere duduk di satu tempat duduk taman itu. Dan Riripun melihat suatu taman yang indah dengan pohon-pohonnya jadi Riri pergi duduk di suatu tempat duduk. Sungguh tidak di sangka mereka berdua bertemu di taman itu. Senangnya mereka berdua, sambil menangis dan takut kehilangan satu sama lain.
Karena sudah kemalaman jadi Rere Riri melanjutkan perjalanan mereka untuk pulang ke rumah. Ketika di perjalanan Rere dan Riri melihat dari taman itu ada cahaya yang terang-menderang dari Batang pohon besar yang paling bawah, karena rasa penasarannya Rere Riri itu, jadi Rere Riri berjalan pelahan – lahan menuju cahaya itu, semakin dekat semakin terang cahaya yang dilihat Rere Riri, ketika mereka sampai pada cahaya misterius itu ternyata ada sebuah pintu kecil di sana. Mereka masuk di pintu pohon itu, ketika Riri Rere masuk di dalam pohon itu ternyata ada dua jalan lagi, Rere Riri pun terpisah lagi di pohon ini, Rere mengarah ke kanan dan Riri mengarah ke kiri, mereka tidak bisa berpindah tempat karena semenjak dari pertama mereka masuk, Rere Riri terseluncur ke bawah dengan laju.
Tiba-tiba Rere sampai di suatu tempat yang tidak pernah dilihat Rere, sekarang Rere berada di sebuat tempat yang bernama LEFRISTO, dan begitu pula dengan Riri, Riri tiba di tempat yang belum pernah Riri lihat sebelumnya, tempat Riri berada sekarang bernama LEVIARMOUS. Tempat yang Rere dan Riri tempati sekarang ini berbeda jauh dengan kehidupan mereka.
Ketika sekian lama Rere berkeliling di tempat yang tidak dikenal itu, ternyata Rere bertemu denga seorang Pria yang gagah dan tampan dan seumuran Rere, sebenarnya Rere takut mendekati pria yang tidak dikenal itu, tapi apa boleh buat? Setelah berjam-jam Rere berkeliling – keliling di tempat itu, belum ada seorang pun yang Rere temui, akhirnya Rere bertemu dengan pria tampan ini. Dan pria tampan ini berjalan menuju ke Rere, mulai dari situlah Rere kenal dengan pria ini namanya adalah Justin. Pria tampan itu bertanya kepada Rere, bagimana bisa Rere bisa ada di tempat itu, dan Rere pun menceritakan semuanya dari awal bagaimana Rere bisa berada di tempat itu dan bertemu dengan Justin.
Beralih ke Riri, Riri telah mendapat jalan pulang dari LEVIARMOUS, nama tempat yang tidak ada orang ketahiu selain Riri, akhirnya Riri bisa pulang, tapi sungguh malangnya dengan Rere yang tidak bisa menemukan jalan pulang.
Kembali ke Rere.
Justin dan Rere pun berjalan bersama, tempat Rere dan Justin berada sekarang ini sangat-sangat indah dari tempat yang di kenal paling indah sedunia, tempat Rere dan Justin ini jauh lebih indah dari tempat-tempat yang ada di muka bumi ini.
Justin mengantar Rere pergi ke tempat yang banyak penghuninya, Justin dan Rere tinggal dalam satu rumah. Eettss,,, tapi jangan berpikiran negative dulu, di dalam rumah itu bukan hanya Justin dan Rere, tapi ada juga seorang nenek tua yang masih cantik dan baik hati. Baru pertama kali Rere sampai di rumah itu, sang nenek tua ini pun menyambut Rere dengan senang hati, dan Justin pun menceritakan bagaimana sampai Rere bisa berada di tempat itu, setelah lama bercerita, Rere dan Justin tidur, tapi beda ranjang tidur pastinya, secara pria dan wanita yang belum berhak.
Oh ia, sang nenek tua yang masih cantik ini dan baik hati bernama Luspita, nenek Luspita hidup sederhana di rumah yang berbentuk jamur raksasa itu. Anehnya lagi, di tempat itu semua rumah berbentuk Jamur raksasa, yang tidak ada bedanya, ah pokoknya aneh deh! Tempat itu dinamakan Funguses.
(Keesokan harinya)
hhuuaaeemm…!! Pagi yang cerah, kata Rere melihat matahari yang telah terbit dari sebelah Timur. Rere keluar kamar dan menghampiri Nenek Luspita. Rere dan nenek Luspita pun sarapan bersama, tapi Rere merasa ganjil karena tidak ada Justin. Rere penasaran kemana Justin, dari tadi tidak kelihatan, akhirnya Rere bertanya kepada Nenek Luspita. Nek, Justin ke mana nek? Oohh,, Justin? Justin tadi pagi-pagi subuh keluar mencari udara segar, jawab nenek. Dimana nek? Tanya Rere, paling sekarang Justin berada di taman, jawab nenek lupista, dimana nek tempatnya? Oh, kamu hanya mengikuti arah jamur-jamur kecil itu dan itu akan membantu kamu untuk pergi ke taman di tempat Justin berada. Ternyata di LEFRISTO Rere tinggal di tempat yang serba jamur, di tempat yang di katakan Jamur-jamur tinggal.
Setelah mengikuti jejak jamur-jamur kecil itu, Rere melihat Justin yang sedang berjalan di taman. Dan Rere berlari menghampiri Justin, Justin pun heran mengapa Rere bisa berada di taman itu padahal Rere baru semalam ada di dunia LEFRISTO, dan Rere pun menjelaskan semuanya, Rere yang bisa menghampiri Justin karena mengikut kata nenek Luspita yang harus mengikuti jejak jamur-jamur kecil itu.
Justin dan Rere berjalan berduaan di taman, bermain di pepohonan, bunga-bunga, dan air mancur, betapa romantisnya mereka berdua. Setelah capek bermain akhirnya Justin dan Rere duduk di bawah pohon, dan berbincang-bincang.
Karena Justin lapar yang belum makan dari pagi, jadi mereka pun beranjak pulang. Sesampainya di rumah, nenek Luspita telah menyiapkan makanan untuk makan siang, ternyata tak terasa Justin dan Rere bermain di taman dari pagi hari sampai pada siang hari.
Habis makan siang, Justin mengajak Rere orang baru yang berada di LEFRISTO untuk jalan-jalan pergi ke tempat yang dikatakan tempat pohon, berbeda dengan tempat tinggal Rere di tempat jamur, di tempat Tree semua serba pohon, rumah-rumah mereka semua terbuat dari pohon, dari pohon yang paling kecil di bawah lutut Justin dan Rere yang tidak akan pernah bertumbuh sampai besar, dan sampai pohon yang tinggi sekali melewati awan. Sungguh luar biasa.
Setelah melewati Tree, Justin dan Rere pun tiba di Florsda di florisda semuanya serba bunga, sama seperti funguses dan Tree, di florisda semuanya dari rumah berbentuk bunga raksasa. Dari bunga – bunga yang begitu mungil dan sampai ke bunga – bunga yang sangat – sangat besar.
Dan masih banyak lagi tempat-tempat aneh di LEFRISTO. Belum beberapa lama Justin mengajak Rere pulang.
Tibanya di rumah, bukan nenek Luspita yang menyiapkan makanan untuk Rere, akan tetapi yang menyiapkan makan untuk Rere adalah Justin.
Hidangan yang dibuatkan Justin sungguh enak, bumbu – bumbu yang dipakai sangat terasa. Ternyata bumbu – bumbu yang di pakasi Justin dari Jamur dan beberapa sayur – sayuran yang segar. Rere menikmati makanan yang seumur – umur belum pernah di cicipi Rere dan tidak pernah di dapati di restaurant manapun.
Di meja makan hanya Justin dan Rere yang makan berdua dengan sepasang lilin yang menyala dan minuman segar yang dibuat Justin dari jamur.
Malam itu, merupakan malam yang paling indah dari Rere dan Justin. Selesai makan Rere dan Justin tidur, Justin berjanji kepada Rere untuk keesokan harinya Justin akan mengajak Rere pergi ke sungai dan naik perahu. Rere tidak sabar lagi menunggu hari esok.
(keesokan harinya)
Rere… Rere … bangun, bangun Rere. Kata Justin dengan ramah membangunkan Rere yang lagi tidur, seperti janjinya, Justin akan membangunkan Rere pagi – pagi untuk pergi ke sungai dan naik perahu.
Eh, eh,,, pagi – pagi sudah bangun, mau kemana ? Tanya nenek Luspita kepada Justin dan Rere.
Oh ini nek, Justin mau ngajak Rere ke sungai, kata Justin sambil meletakan tangan kanan Justin ke bahu Rere.
Kalau begitu hati – hati di jalan yah nak, kata Nenek Luspita yang beranjak dari tempat tidur.
Sepanjang perjalanan Justin dan Rere kelihatan sangat romantis, Justin yang takut Rere terjatuh ketika di jalan yang berbatuan memegang tangan Rere dengan erat, dan begitu juga dengan Rere yang memegang tangan Justin begitu erat karena takut Justin jatuh. Keduanya saling melindungi satu sama lain.
Tibanya di sungai, mereka naik perahu yang berbentuk Jamur. Perahu itu bisa berjalan sendiri mengelilingi sungai yang begitu indah. Disana Rere melihat ikan – ikan yang cantik dan lucu, anak – anak yang sedang bermain di pinggir sungai, dan tiba – tiba ada seorang anak yang akan melempar batu ke sungai dan tanpa sengaja mengenai kepala Rere, Rere menjerit kesakitan, anak itu lari karena ketakutan dan Justin mengejarnya. Rere menahan Justin, karena Rere pikir Justin akan memarahi anak yang malang itu. Ternyata tidak, Justin hanya menasihati anak itu, di dunia LEFRISTO tidak ada yang namanya bertengkar, semuanya hidup rukun dan damai.
Justin pun kembali naik ke perahu, dan tiba – tiba Justin memegang tangan Rere, ternyata Justin dan Rere sudah saling suka sejak pandangan pertama. Akan tetapi, di dunia LEFRISTO tidak boleh yang namanya saling pacaran ataupun menikah. Betapa sedihnya Rere mendengar hal itu dari Justin.
Setelah dua bulan Justin melihat Rere yang telah menyukai Justin semenjak pandangan pertama, Justin tidak ingin melukai hati Rere dan berbohong kepada diri Justin sendiri. Akhirnya Justin pergi menghampiri Rere dan menceritakan semuanya, bagaimana Justin bisa berada di LEFRISTO.
Ternyata Justin mengalami hal yang sama dengan Rere, dan sampai sekarang Justin belum menemukan jalan keluar bagaimana supaya bisa kembali ke tempat asalnya semula, jika Justin dan Rere keluar dari LEFRISTO, tidak akan ada lagi kata yang melarang untuk pacaran atau menikah.
Jadi dengan tekat Justin dan Rere pergi mencari jalan keluar, berhari – hari lamanya Justin dan Rere mencari jalan keluar, tapi tidak ketemu. Akhirnya mereka pulang ke rumah dengan pasrah.
Sesampainya di rumah, sang nenek pun bertanya “dari mana kalian berdua?” kita sedang mencari jalan keluar dari LEFRISTO nek, dan pergi ke tempat asal kita.
Nenek yang tersentuh hatinya, melihat Justin dan Rere yang begitu berktekat untuk mengejar cinta mereka, akhirnya Nenek Luspita memberikan jawabannya, ternyata nenek Luspita tau jalan keluar dari negeri itu. Akan tetapi, nenek Luspita merahasiakannya dari Justin dan Rere karena takut akan meninggalkan sang nenek dan kesepian. Tetapi setelah sang nenek member tahu di mana jalan keluarnya, Justin dan Rere tidak enak pulang karena melihat nenek yang hanya sendirian.
“Tapi bagaimana dengan nenek?” Kata Rere
“Tenanglah nak, kejarlah impian kalian. Nenek di sini tidak hanya sendirian lagi”
“Lalu, dengan siapa nenek di sini?” Tanya Justin
“oh, tenglah nak, nenek masih punya banyak teman di sini yang nenek sudah anggap menjadi keluarga nenek, jadi jangan mengkhawatirkan nenek, nenek akan lebih sedih jika kalian tetap tinggal di sini dan tidak jadi mengejar cita – cita kalian karena kasihan pada nenek, jadi nenek harap pergilah dan kejarlah cita – cita kalian”
“baik nek, selamat tinggal nek, jaga dirimu baik – baik” teriak Justin dan Rere yang lari sambil berpegangan tangan.

Ketika mereka berdua telah menemukan jalan keluarnya, di taman yang dunia sebenarnya, perlahan – lahan Justin mendekati bibir Rere, Rere menutup mata, semakin lama semakin dekat dan akhirnya …
Rere ….. !! baaannnggguuunnnn !! Rere pun terbangun dari tidurnya dan mimpi Rere, dan segera bergegas untuk pergi kuliah, karena hari itu adalah hari pertama masuk kuliah Rere semenjak tiba di New York.










SEKIAN DAN TERIMA KASIH
***

you are the one (created by Melisa Dengah)

you are the one (created by Melisa Dengah)
YOU ARE THE ONE
Haejin dan aku sedang duduk di depan tivi sambil memegang sebungkus makanan ringan di tangan kami masing-masing.
“Sang Wa.. betapa gantengnyaa dirimuu…” jerit Younna. Aku tersenyum kecil.
“AISH~ AKU MAU PELUUUKK kamuu Sang Wa..!!” jeritnya lagi. lagi-lagi aku hanya bisa tersenyum.
“Unni masih belom suka juga sama Sang Wa?” tanya Younna saat saluran Tv sedang iklan. Aku menggeleng.
“Sang Wa itu penyanyi paling ganteeeng di Korea lho. Udah begituu dia gak Cuma modal tampang doang, Unni. Dia juga punya suara emas. Unni dengar kan tadi gimana suaranya? Huuuaah… merinding…” ucap Younna panjang.
Aku mengangguk-angguk. Younna semakin antusias mendengar reaksiku.
“tau gak Unni, apa berita terbaru Sang Wa?” tanya Younna. Aku menggeleng.
“Sang Wa akan tampil di acara malam amal kampus kita! ASTAGA~~ bisa gilaaa kalau aku membayangkannyaaa…” ujarnya lagi. aku tertawa kecil.
“Ohya? Wah keren!” sahutku.
“yah, udah selesei acara Tv-nya. Yaudah, aku belajar dulu deh Unni. Dah Unni..” Younna beranjak ke kamarnya dan meninggalkanku.
Aku masuk ke kamarku setelah mematikan Tv. Kubuka pintu lemari kamarku. Ah, rasanya tidak adil bagi Younna.
Ohya, aku Mi Young. Mahasiswa jurusan ekonomi manajemen semester akhir. Haejin adalah adikku satu-satunya. Dia juga sudah kuliah jurusan bahasa inggris semester awal. Setiap hari selasa, Younna pasti sudah jejeritan begitu melihat Sang Wa, penyanyi favoritnya tampil secara berkala di salah satu realiti show.
Younna adalah gadis yg sangat ceria. Setiap saat ia berusaha membuatku senang karena kelemahanku. Kaki kananku lumpuh, sehingga aku terpaksa mengenakan kursi roda atau kayu papah. Tapi Younna selalu ada setiap aku membutuhkannya. Itu alasan kenapa aku hanya diam setiap ia bercerita soal Sang Wa.
Semoga dia tidak pernah tahu kalau aku sudah lebih dulu menyukai Sang Wa sebelum ia setenar sekarang. Semoga Younna tidak pernah tahu.

Esok harinya—
Younna mengangkat piring bekas sarapan kami. Mi Young menahan tangan Younna.
“bolehkah aku saja yg mencuci piring? Kau pasti lelah..” pintanya.
Younna tertawa, “Ah kwaenchanayo Unni. Sudah, Unni duduk saja. Cuma lima menit kok, setelah itu kita langsung ke kampus. Oke?”
Mi Young hanya tersenyum kecil saat Younna menolak permintaannya.
Setelah mencuci piring, Younna langsung mendorong kursiroda Mi Young dan mengunci apartemen. Mereka menuju ke halte bus dekat apartemen.
Bus yg ditunggu datang, Younna membantu Mi Young berdiri dan memapahnya masuk ke bus. Bus terlihat ramai, Younna menyuruh Mi Young berpegangan di salah satu kursi sementara ia melipat kursi roda yg masih ada di luar bis.
Seseorang menyenggol Mi Young keras, karena kaki Mi Young timpang, jelas ia kehilangan keseimbangan. Ia jatuh.
“AAH~~” rintihnya.
Younna yang sudah berada di dalam bis terlihat panik. Ia langsung membantu kakaknya berdiri.
“Hei kau! Apa yang kau lakukan pada kakakku!” teriak Younna pada orang yg tadi menyenggol Mi Young. Orang itu hanya diam, menutupi wajahnya dengan topi dan jaketnya yg tebal.
“sudahlah, Younna. Dia tidak sengaja.” Ucap Mi Young.
“tidak bisa begitu, Unni. Harusnya dia minta maaf! Tidak bisa seenaknya seperti itu !!” Younna masih emosi. Mi Young mengelus tangan adiknya supaya emosinya mereda.
Kampus—
Younna berlari saat ia tahu bahwa ia terlambat sepuluh menit untuk ke kelas kakaknya, lima menit lagi Mi Young ganti mata kuliah. Dan mata kuliah itu ada di lantai tiga.
Younna cemas saat ia tidak menemukan kakaknya di kelasnya. Haejin menanyai semua orang yg ia lewati, “kau lihat Soo Yun? Gadis yg memakai kursi roda?”
Dan semua menjawab, “tidak.”
Younna bingung, akhirnya ia naik tangga. Betapa kagetnya ia mendapati kakaknya sedang terseok-seok di anak tangga kelima. Younna langsung menghampiri kakaknya.
“Unni~! Maaf. Maaf” seru Younna merasa bersalah.
Mi Young tersenyum, “Tidak apa-apa. Aku kan tidak bisa harus terus bergantung padamu. Kapan aku bisa mandiri kalau kau terus membantuku, Younna?”
Younna menggeleng, “tapi aku tidak mau melihatmu seperti ini Unni.”
Mi Young memeluk adiknya saat ia sudah duduk kembali di kursi rodanya, “aku sudah terlalu sering merepotkanmu. Aku tidak mau menjadi bebanmu, Younna.”
Younna memukul kepala kakaknya pelan, “hei, kita itu diciptakan untuk saling merepotkan. Waktu aku kecil, pasti aku juga jadi bebanmu kan? sudahlah, anggap saja aku membayar semuanya.”
Mi Young tersenyum, “tapi kalau kau terus mengurusiku, kau tidak akan punya waktu untuk dirimu sendiri.”
“maksud Unni?” Younna bingung.
“Jong Hsu. Kau dekat dengannya kan?” selidik Mi Young.
“astagaa.. dia kan ketua himpunan mahasiswa, Unni. Hanya sekedar bertanya soal Sang Wa.” Kata Younna nyengir.
Tiba-tiba seseorang berjaket tebal berjalan terburu-buru dan menabrak kursi roda Mi Young, hingga Mi Young terlempar ke bawah.
GUBRAK~!
Younna terperangah. Cepat-cepat ia membantu kakaknya yg tengah merintih agar kembali di kursi rodanya. Younna mencegat orang itu.
“Younna, biarkan saja..” ucap Mi Young.
Younna tidak menghiraukan ucapan Mi Young. Ia mencengkeram lengan orang itu.
“BERANINYA kau menabrak kakakku~! Minta maaf sekarang juga!” perintah Younna.
“Tidak. Aku tidak sengaja. Salah sendiri berdiri di tengah tangga.” Balas orang itu. Younna merasa familiar dg suaranya.
“HEH BODOH~! kau tidak lihat kaki kakakku berdarah gara-gara kau!! Kalau kau tidak mau minta maaf sekarang, akan kupatahkan lehermu!” ancam Younna yang memang sudah sering menjuarai kejuaraan karate.
“sudahlah Younna. Dia itu tidak sengaja lagi. lagipula mungkin ia terburu-buru di kejar sesuatu. AKu baik-baik saja.” Ucap Mi Young.
“TIDAK BISA. Aku tidak mau kau diperlakukan seperti itu Unni!” Younna marah.
Orang itu membuka topinya, “Maafkan Aku.”
Younna kaget ternyata orang yg dibentak-bentaknya dari tadi adalah Sang Wa.
Younna melepas cengkeramannya. Ia lemas. Mi Young menunduk pasrah.
“Unni, jangan katakan kau sudah tau bahwa dia Sang Wa. Maka itu kau menyuruhku membiarkannya. Karena sebelum ini, kau tidak pernah berucap setiap kali aku memarahi orang yg mendorong atau menabrakmu. Unni, jangan katakan!”
Mi Young diam. Yesung memandang Younna dan Mi Young bergantian.
“Maaf, Younna. Aku memang sudah tau kalau dia Sang Wa.”
Younna beralih pada Sang Wa. “HEH, dengar kau SANG WA! Tau apa hal paling bodoh yg pernah ku lakukan?”
Sang Wa menggeleng dalam diam.
“hal yg paling bodoh dalam hidupku adalah, aku PERNAH memuja-muja KAU! Ternyata kau tak lebih dari seonggok daging tak berperasaan yg TIDAK SOPAN~! Aku tidak akan pernah memujamu lagi, aku tidak akan menyanyikan lagumu lagi! CAMKAN itu!”
Sang Wa terperangah, “tapi aku kan tidak sengaja menabrak kakakmu..”
Younna mendengus, “lalu kenapa kau harus menunggu ancamanku untuk meminta maaf? Harusnya sudah kupatahkan lehermu dari awal aku melihatmu di bis!”
Mi Young menarik tangan Younna, “sudahlah. sudah. Sang Wa, maaf. Ayo, Younna aku sudah terlambat masuk kelas..”
Sang Wa menatap wajah Mi Young penuh rasa terimakasih.
“Untuk apa kita meminta maaf padanya! Sekarang aku menyesal sudah meminta Jong Hsu mengundangmu dalam acara kampus!”
Younna mendorong kursi roda Mi Young menaiki tangga.
“lho, Younna. Kau sudah bertemu Sang Wa secara tidak sengaja rupanya. Wah, pasti kau senang sekali. Padahal tadi di lantai dua, banyak sekali gadis yg menjerit-jerit padaku ingin melihat Sang Wa ,” ucap Jong Hsu yg tiba-tiba turun dari lantai atas.
“SENANG SEKALI~! Sampai aku muak melihatnya. Suruh semua gadis itu diam, karena mereka menjeritkan nama orang paling BODOH di dunia.” Ucap Younna ketus.
Jong Hsu heran. Sepengetahuannya, Younna sangat memuja Sang Wa. Kenapa begitu melihat secara langsungYounna malah seperti ini.
Sabtu malam—
Younna masih mengenakan tanktop dan celana pendek kesukaannya saat Mi Young bertanya, “kau tidak ke kampus?”
Younna mendengus, “untuk apa? Melihat orang bodoh sedang bernyanyi? TIDAK.”
Mi Young diam. “Maafkan aku, Younna.”
Younna yg sedang membaca komik menoleh, “kenapa?”
“tidak mengatakan padamu kalau dia Sang Wa.” Kata Mi Young.
“Tidak apa-apa.” Ucap Younna.
Mi Young menghela napas, “aku tidak ingin kau kehilangan idolamu. Itu alasan kenapa aku tidak memberitahumi. Aku takut kau kecewa padanya.”
Younna menutup komiknya, “untuk apa kau lakukan itu?”
Mi Young memandang adiknya, “karena yg aku tahu, itu satu-satunya hal yg bisa kulakukan untuk membuatmu selalu terlihat ceria. Aku tidak mau melihatmu sedih.”
Sang Wa tertawa. “kau tidak perlu melakukan apapun untukku Unni..”
Tiba-tiba ada suara ponsel berbunyi. Itu ponsel Mi Young, Younna berdiri dari duduknya dan menghentikan kakaknya yg akan memutar kursi rodanya.
“aku saja yg ambilkan. Kau letakkan dimana ponselmu?”
“di dekat lemari. Terima Kasih.” Jawab Mi Young.
Younna masuk kamar Mi Young. Dan ia sangat ama terkejut dg apa yg dilihatnya. Airmatanya hampir menetes.
Younna memberikan ponselnya pada Mi Young. “ayo ke kampus. Kau tidak ganti pakaian? Cepat.”
Mi Young bingung. “Kenapa? Katamu kau tidak mau melihat orang bodoh?”
Younna, “sudah jangan protes. Cepat pakai gaun yg dibelikan Ibu bulan lalu. oke?”
Mi Young bingung, tapi ia menuruti kata-kata adiknya.
Tak lama kemudian Younna mengetuk pintu kamarnya, “sudah selesai, belum?”
Mi Young keluar dari kamarnya, gaun helterneck warna pastel terlihat sangat indah dan anggun membalut tubuhnya.
“Astaga~ kau cantik sekali! Tunggu sebentar!” Younna masuk ke kamarnya lagi. saat ia kembali ia sudah membawa beberapa aksesoris warna senada.
“pakai. Sudah kubilang, beli lah aksesori. Masa kau akan pinjam punyaku terus kalau kau kencan?”
Mi Young tertawa, “kencan dengan siapa? mana ada cowok yg mau dengan gadis lumpuh?”
Younna menepuk kepala kakaknya, “BODOH~ pikiranmu dangkal sekali.”
Kampus—
Mi Young dan Younna datang sepuluh menit sebelum acara selesai. Sungmin datang menghampiri Haejin.
“berubah pikiran?” goda Jong Hsu.
“hei, jangan meledekku. Kupatahkan lehermu,” ancam Younna.
Jong Hsu tertawa, “ahahahaha… kau tidak akan mematahkan leherku. Karena malam ini Sang Wa akan melakukan pengakuan dan acara ini diliput banyak media. Aku sangat berterimakasih pada Sang Wa, karena kita dapat banyak sekali uang untuk disumbangkan.”
Younna dan Mi Young mengangkat alis, “pengakuan apaan? pengakuan dosa?”
Jong Hsu tertawa lagi. “ya jelas bukaaan, bodoh~ sudah liat saja.”
Jong Hsu mengajak Younna dan Mi Young maju ke barisan depan.
Di atas panggung sederhana, Sang Wa berdiri sambil menyanyikan lagu terakhirnya. Gadis-gadis bersorak ramai. Younna diam, rasanya ia ingin berteriak juga. Tapi ia mencoba menjaga perasaan.
“Hallo semuanya. Seperti janjiku pada jumpa fans minggu lalu, aku akan mengaku.” Buka Sang Wa dengan suara emasnya.
“aku tidak tahu, kalian ini mengagumiku, suaraku, atau wajahku?” tanya Sang Wa. Gadis-gadis langsung berteriak, “SEMUANYAA”
Sang Wa tersenyum, “tapi ada seorang gadis yg ternyata sangat menyukaiku bukan karena aku seorang Sang Wa seperti yg kalian semua kenal. Dia sangat menyukaiku bukan karena suaraku, wajahku, ketenaranku, kekayaanku atau apapun yg aku punya sekarang..”
Suasana sunyi.
“dia sangat menyukaiku. Bahkan dua tahun sebelum aku memutuskan untuk menjadi seorang penyanyi. Dia sangat menyukaiku sebelum aku mengganti nama Hoon Ju menjadi Sang Wa.
Dia mengatakan kalau dia mencintai Hoon Ju, tapi ia takut untuk mencintai seorang Sang Wa. Kubalas setiap surat yg ia kirimkan setiap hari padaku. Aku bertanya padanya kenapa ia takut mencintai Sang Wa, bukankah setiap gadis lebih menyukai Sang Wa dari pada Hoon Ju?”
“kalian tau apa yg dikatakannya?”
Tidak ada yg menjawab. Sang Wa tersenyum. Lalu menarik napas.
“aku akan membacakan surat yg dia kirimkan kepadaku. Aku sangat suka surat ini, meskipun tulisannya tidak seberapa bagus. Tapi aku sangat hafal isinya. Begini,…
Untuk Hoon Ju.
Bukan untuk Sang Wa, jadi tidak perlu berdandan, selalu tersenyum atau bersikap baik.
Oke ?
Maaf selalu membebanimu dengan suratku. Tapi ini bukan surat fans terhadap idolanya kan?
Aku sudah mengatakan padamu kalau aku mencintaimu sebagai Hoon Ju bukan sebagai Sang Wa. Dan kau bertanya kenapa ?
Karena, aku mencintai Hoon Ju yg aku temui pertama kali di perpustakaan Seoul.
Aku mencintai Hoon Ju dengan kacamata minusnya, bukan Sang Wa dengan softlens-nya.
Aku mencintai Hoon Ju dengan wajah aneh yg kebingungan mencari buku, bukan wajah tampan Sang Wa yg kebingungan menghadapi fansnya.
Aku mencintai Hoon Ju dengan topi merah favoritnya, bukan Sang Wa dengan kemeja dan dasi kupu-kupu.
Aku mencintai Hoon Ju dengan segala kekurangannya, bukan Sang Wa dengan limpahan kelebihannya.
Dan aku mencintai Hoon Ju sebagai dirinya sendiri, bukan Sang Wa yg berusaha selalu tampil baik tetapi bukan dirinya..”
Gadis-gadis bersorak lagi. entah sorakan apa. Younna mendengus, Mi Young menoleh.
“kau muak ya? kita pulang saja,” ajak Mi Young.
Younna mengangkat alis, “untuk apa? Sudah terlanjur, masa mau pulang?”
Mi Young tersenyum, “Benar..”
Mi Young menarik napas lagi.
“beberapa hari yg lalu aku bertemu dengannya. Dan aku sangat senang sekali akhirnya bisa menatap wajahnya secara langsung, bukan dari foto yg ia kirimkan. Tapi aku sedih.. karena hari bahagia itu mendadak jadi hari paling menyedihkan dalam hidupku. Karena apa? Hari itu ia mengirim surat terakhirnya. Dia bilang..
Untuk Hoon Ju. Mungkin juga untuk Sang Wa.
Rasanya senang sekali bisa bertemu denganmu, dengan pakaian yg kau kenakan saat kita pertama kali bertemu.
Sunggu maaf, sepertinya ini akan jadi surat terakhirku untukmu.
Kukira kau tetap Hoon Ju yg kukenal dulu, tapi ternyata kau adalah Sang Wa. Hoon Ju sudah hilang, entah kau sembunyikan dimana dia?
Aku mencintai Hoon Ju, bukan Sang Wa.
Terima Kasih, Sang Wa untuk semua waktu yg kau sempatkan untuk membalas suratku padahal kau juga harus membalas jutaan surat dari idolamu..”
Sang Wa meremas tangannya. gadis-gadis sudah berteriak-teriak tidak terima.
“aku tahu, kau disini. Maka itu, aku ingin membalas suratmu secara lisan.
Untuk engkau yg mencintai Hoon Ju, tapi bukan Sang Wa.
Aku sangat menyesal. Sangat amat menyesal. Maukah kau memaafkan aku dan teruslah mengirimiku surat? Karena suratmu lah yg membuatku tetap ingin menjadi Hoon Ju meskipun aku seorang Sang Wa.
Kenapa? Karena aku ingin terus kau cintai..
Karena aku juga ingin mencintai gadis yang mencintaiku seperti adanya diriku..
Oh, bukan itu alasannya. Alasan sebenarnya adalah,
karena aku ingin mencintaimu karena kau seorang Mi Young meskipun kau sudah tidak mencintai Hoon Ju atau bahkan Sang Wa sekalipun..”
gemuruh suara gadis-gadis menjerit tidak percaya. Younna memandang wajah kakaknya yg sedari tadi menunduk. Younna menyenggol siku Mi Young.
“hei, namamu dipanggil tuh.” Ucap Younna.
Sang Wa turun dari panggung, menghampiri Mi Young dan Younna. Sang Wa memandang Younna terlebih dahulu. “jangan buat aku kecewa untuk kedua kalinya..” ucap Younna.
Sang Wa tersenyum dan langsung memeluk Younna, “oh, kau memang adik yg sangat baik!”
Younna kaget namun dengan cepat ia mengembalikan suasana hatinya.
Sang Wa menggendong Mi Young dari kursi rodanya. Lalu membawanya ke panggung. Ratusan kamera langsung memotret dan cahaya blitz ada dimana-mana.
Sang Wa menyalakan mic-nya.
“kalian pasti menganggap aku bodoh karena telah memilih gadis yg bahkan berjalan saja menggunakan kursi roda. Kalian pasti menganggap aku bodoh karena bisa jatuh cinta dengan gadis yg berkomunikasi denganku lewat surat.”
Suara gadis-gadis dan wartawan berceloteh mengomentari.
“tapi gadis berkursi roda ini yg memandangku dan mencintaiku dari sudut pandang yg berbeda dengan kalian. Tapi gadis ini juga lah yg membuatku percaya bahwa diantara jutaan fans, dia satu-satunya pengirim surat dengan amplop polos tanpa parfum..”
Mi Young yg ada dalam dekapan Sang Wa hanya bisa diam. “gadis ini yg menyadari bahwa akulah yg sengaja menyenggolnya hingga terjatuh tetapi tetap memaafkan aku. gadis ini juga lah yg selalu diam saat adiknya berceloteh panjang lebar memujaku padahal ia mencintaiku.” Tambah Sang Wa.
Younna tertawa. Joon Hsu disampingnya jadi bingung.
“sebagai tanda maafku karena telah menyenggol kakakmu hingga jatuh di bis dan karena telah menabrak kakakmu hingga jatuh di tangga, aku akan selalu jadi kursi rodanya. Aku yang akan menjadi pegangan saat ia akan jatuh. Aku juga yg akan marah jika ada seseorang sengaja membuatnya terjatuh.” Ujar Sang Wa sambil menatap Younna.
Younna tertawa lagi. Joon Hsu mulai mengerti.
“tidak usah, tidak usah. Kau kan harus nyanyi, manggung, dan melakukan aktifitasmu, Sang Wa..” ucap Mi Young menolak.
“siapa bilang Sang Wa akan melakukannya?” tanya Sang Wa. MI Young bingung.
“Hoon Ju yg akan melakukannya. Aku sangat mencintaimu, Soo Yun..Jeongmal Saranghae” lanjut Sang Wa. Mi Young tersenyum lalu berbisik, “saranghaeyo, Hoon Ju..”
“YOUNNA, jangan patahkan leherku ya. aku akan menjaga kakakmu kok!” kata Sang Wa lagi.
Younna mengacungkan jempolnya tinggi-tinggi. Lalu ia keluar dari kerumunan, Joon Hsu mengikutinya dari belakang.
“ternyata kau gadis yg sangat berhati besar ya, Younna.” Puji Joon Hsu.
Younna memukul kepala Joon Hsu pelan, “aku kan memuja Sang Wa sebagai penyanyi idola. Beda dengan kakakku yg mencintai Samh Wa sebagai Hoon Ju. Ah kau ini bodoh sekali..”
Joon Hsu mengangguk-angguk, “Younna..”
“APAA?” tanya Younna duduk di salah satu kursi dibawah pohon sambil memainkan kukunya.
“maukah kau mencintaiku sebagai Joon Hsu saja? Tanpa embel-embel ketua himpunan mahasiswa?” tanya Joon Hsu.
Younna tertawa, “Hahaahahaahaha… kau mau merayuku dgn cara Sang Wa? Aaah~~ tidak mempaaan…”
Joon Hsu memaksa, “ayolaah…”
Younna tertawa tergelak, “hahaaha.. tidak ah.. aku mau punya pacar orang terkenal..”
Joon Hsu merajuk, memukul-mukul lengan Younna.
“hei, sudah aku bilang aku mau punya pacar orang terkenal. Kau itu tidak terkenal. Sudah menyerah sajaaa.. hahahaha” Younna tertawa.
Younna meninggalkan Joon Hsu yang ikut tertawa karena ucapannya dianggap lelucon oleh Younna. Setidaknya Younna tetap bisa jadi sahabat yg baik walau Joon Hsu tidak bisa memiliki cintanya.
The End

By:
Melisa Dengah